9 rahasia tubuh
langsing wanita jepang
Selama ini kita
mengenal wanita jepang itu berwajah cantik cute manis dan tubuh langsing nya
melengkapi kecantikannya. Kira kira apa sih rahasia nya? Yuk kita tinjau
1. Gemar
makan sayur dan minum teh hijau
Dalam hidangan Jepang, sayur tak pernah terlupakan. Bahkan
sayur, mulai dari brokoli, kembang kol, terung, hingga lobak, sering disajikan
sebagai hidangan utama. Berbeda dari hidangan Barat, yang menyajikan daging
merah sebagai hidangan utama, di Jepang daging merah hanyalah hidangan tambahan
yang hanya sesekali disajikan.Kebiasaan ini juga membuat wanita Jepang bertubuh
langsing. Karena, sayuran dikenal sebagai makanan tinggi serat yang membuat
kita kenyang lebih lama. Kita pun tidak mudah tergoda ngemil di antara waktu
makan.
Begitu juga dengan
buah. Oleh sebab itu, ‘bersahabatlah’ dengan sayuran. Saat ingin ngemil,
pilihlah sayur atau buah segar agar berat badan Anda tidak terus bertambah.Salah
satu minuman yang sangat digemari di Jepang adalah teh hijau. Mereka minum teh
hijau sepanjang waktu, saat makan, di antara jam makan, pagi hari, maupun sore
hari. Bahkan, di rumah-rumah makan Jepang, teh hijau selalu tersedia gratis layaknya
air putih di Indonesia.Kebiasaan mengonsumsi teh hijau sangat baik untuk tubuh,
karena mengandung antioksidan yang cukup tinggi yang dapat mengikat radikal
bebas dalam tubuh. Apalagi jika diminum tanpa tambahan gula seperti yang biasa
dilakukan wanita Jepang. [berbagai sumber/mor]
2.
Cinta
kacang kedelai
Rata-rata, orang
Jepang mengonsumsi 50 gram kedelai tiap hari. Jauh lebih banyak dibanding
konsumsi kedelai di negara lain, seperti di Cina, yang hanya 10 gram per hari.
Menariknya, kebanyakan
mereka mengonsumsi kedelai dalam bentuk alami, seperti tofu, miso, edamame,
dan kacang kedelai.
Kebiasaan ini sangat baik karena kacang kedelai merupakan sumber protein yang
baik untuk menggantikan daging. Selain rendah lemak jenuh dan kolesterol,
kacang kedelai merupakan sumber protein nabati dan serat yang baik. Sehingga,
secara tidak langsung, baik untuk mengontrol nafsu makan.
Namun perhatikan proses pengolahan makanan yang bersumber dari kacang kedelai.
Tempe memang merupakan salah satu makanan dari kacang kedelai yang baik. Selain
tempe, tahu dan susu kedelai juga bisa menjadi pilihan tepat.
3. Bersahabat dengan nasi
Nasi merupakan makanan utama di Jepang. Bahkan, terkadang mereka makan
semangkuk nasi empat kali sehari. Karena kebiasaan itu, wanita Jepang mampu
menghindari muffin, roti putih, donat, atau makanan lain yang berkalori tinggi.
Dan, yang tak kalah penting, mereka umumnya menyajikan nasi tanpa bumbu,
minyak, ataupun mentega.
Menurut dr Sophia Hage, karbohidrat memang baik dan tidak boleh dihindari.
Normalnya, kita membutuhkan 50% hingga 60% karbohidrat dari total makanan yang
kita konsumsi. Dengan catatan, konsumsilah karbohidrat yang baik, yakni
karbohidrat kompleks, seperti roti gandum dan nasi merah.
Karbohidrat kompleks baik karena diproses perlahan sehingga membuat Anda tidak
mudah lapar. Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang terkandung dalam nasi
putih atau roti putih.
4. Mengunyah makanan perlahan
Orang Jepang terbiasa mengunyah makanan perlahan. Rupanya, hal itu berdampak
baik untuk menjaga berat badan karena mengunyah lebih lama memberi sugesti
kenyang lebih cepat pada tubuh.
Perlu Anda ketahui, sinyal otak yang memberi tahu rasa kenyang bekerja
selangkah lebih lambat dibanding cara kita makan. Sehingga, jika makan dengan
cepat, pada saat Anda tahu bahwa Anda telah kenyang, Anda sudah telanjur makan
terlalu banyak.
Jika makan dengan perlahan, Anda tahu bahwa
Anda sudah kenyang di waktu yang tepat. Anda pun akan berhenti sebelum Anda
makan terlalu banyak.
Seperti salah satu nasihat yang terkenal di Jepang, yaitu hara hachi bunme yang
berarti makanlah sampai Anda 80% kenyang. Sebab, jika terlalu kenyang, lambung
akan terbiasa dengan porsi yang besar. Hal itu akan berdampak buruk bagi tubuh
Anda.
Jika Anda ingin belajar makan lebih lambat, cobalah meniru kebiasaan orang
Jepang makan dengan sumpit. Tidak mudah makan dengan sumpit sehingga Anda jadi
makan lebih lambat dari biasanya. Makanan yang dapat terambil dengan sumpit pun
lebih sedikit dibanding suapan menggunakan sendok.
5. Lakukan diet pisang
Salah satu jenis diet yang cukup populer di Jepang saat ini adalah 'diet
pisang'. Kenapa dinamakan begitu? Karena diet ini hanya mengharuskan orang
mengonsumsi pisang dan segelas air di pagi hari.
Selebihnya mereka boleh mengonsumsi makanan apapun saat makan siang dan malam.
Mudah bukan?
Meski begitu, seperti cara diet pada umumnya, para pelaku 'diet pisang' ini
juga memiliki pantangan. Mereka tidak boleh makan makanan yang manis dan
terlalu banyak mengandung gula.
Makanan ringan hanya boleh dimakan sekali dalam sehari. Makanan penutup saat
makan malam juga dilarang. Selain itu, mereka hanya boleh makan sebelum jam
delapan malam.
6. Menu makan rumahan
Cobalah menu hidangan ala dapur Tokyo, yang banyak menyajikan masakan dari
ikan, sayuran, nasi, kedelai, teh, dan buah. Semuanya diolah dengan cara
sederhana. Cita rasanya yang khas berasal dari minyak kanola, bawang, wortel,
dan bokchoy.
Kendati demikian, menurut Lilian Cheung RD DSc, direktur Health Promotion and
Communication Department of Nutrition, Harvard School of Public Health,
kandungan sodium makanan ini harus dikurangi.
7. Lahap apa saja
Anda tetap bisa melahap apa saja, asalkan dalam porsi kecil dan sehat. Menurut
T. Colin Campbell dari Cornell University, makanan tradisional Asia paling aman
disantap kala sedang menurunkan berat badan.
8. Sering berolahraga
Tak perlu olahraga muluk-muluk. Cukup dengan berjalan kaki sebanyak dan
sesering mungkin. Selain mudah dilakukan, jalan kaki dapat membantu mengikis
lemak membandel di tubuh sekaligus menyehatkan jantung Anda.
9. Selalu sarapan
Bagi wanita Jepang, makan pagi sangat penting. Tiap hari mereka rela bangun
pagi untuk menyiapkan sarapan bagi keluarganya. Menu makan pagi khas Jepang
cukup lengkap, terdiri dari semangkuk nasi, sup miso, tofu, irisan bawang daun,
lembaran kecil rumput laut, omelet atau sepotong salmon panggang, dan teh
hijau.
Kebiasaan ini patut dicontoh. Sebab, untuk menjaga berat badan, Anda tidak
boleh melewatkan setiap waktu makan, termasuk makan pagi. Jika tidak makan,
Anda akan kelaparan dan tidak terjadi proses metabolisme, yang berarti tak ada
pembakaran lemak tubuh.
Itu sebabnya, jangan melewatkan makan pagi dan pilihlah menu yang baik, yaitu
yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, dan serat. Jangan cuma roti dan
mentega karena Anda hanya akan mendapatkan karbohidrat dan lemak.
Demikian adalah 9 rahasia langsing tubuh
wanita jepang, semoga informasi ini bermanfaat yah